Minggu, 16 Juni 2013

7 Hal Dasar Tentang Android yang Harus Diketahui

Hal Dasar Tentang Android Yang
Wajib Diketahui
1. Tidak semua ponsel Android keren
Android adalah Operating System
(OS) milik Google. Dalam hal ini
Google tidak menyediakan hardware
berupa smartphone atau tablet. Jadi
untuk menciptakan smartphone/
tablet yang keren atau istilahnya
high-end, tetap dibutuhkan
hardware yang baik.
Sebagai contoh LG GW620. Ponsel
ini rilis pada November 2009 dengan
menjalankan Android 1.5 Cupcake.
Yang terjadi adalah LG GW620
merupakan produk gagal.
Bagaimana bisa? Jika hardware
iPhone selalu sesuai dengan software
karena keduanya saling terkait dan
atas persetujuan dan telah dites oleh
pihak Apple, maka tidak seperti itu
dengan Android. Hardware yang
mendukung Android, tidak selalu
‘sekelas’ dengan Android itu sendiri.
2. Tidak semua ponsel Android mahal
Jika Anda membicarakan Samsung
Galaxy S II atau Motorola Atrix 4G
pastinya merupakan contoh dari
smartphone high-end yang didukung
hardware kelas atas. Dan hal itu
membuat keduanya harus dijual
dengan harga tinggi. Namun tidak
seperti itu jika Anda berbicara
tentang Galaxy Mini atau beberapa
Android lain keluaran produsen
China seperti ZTE atau Huawei.
3. Beda Android, beda User Interface
Bagi Anda yang belum tahu, Android
bukan cuma satu! Google telah
merilis beberapa versi Android.
Yang terbaru adalah versi 4.0 atau
biasa disebut Ice Cream Sandwich.
Nantinya Google akan memberikan
update seperti yang telah dilakukan
sebelumnya. Mungkin Android 4.2
atau bisa juga Android 2.4 untuk
upgrade dari versi 2.3.
Tiap update yang diberikan
umumnya membawa fitur baru.
Seperti update Android 2.3.4 yang
memberikan firur GTalk video chat.
Dan, tiap-tiap versi Android itu
punya tampilan (user interface) yang
berbeda. Demikian juga fitur yang
dibawa. Semakin kesini semakin
canggih fitur yang diberikan.
4. Tidak semua ponsel menjalankan
Android versi terbaru
Android versi 1.5 atau Cupcake rilis
pada 30 April 2009. Lalu muncul
versi 1.6 atau Donut, kemudian versi
2.0/2.1 disebut juga Eclair lalu rilis
versi 2.2 aka Froyo. Tidak berhenti
di situ, Google kembali rilis versi
baru Android 2.3 atau Gingerbread
dan versi Android untuk tablet yang
disebut Honeycomb atau versi
3.0. Yang terbaru adalah versi 4.0
atau biasa disebut Ice  Cream
Sandwich.
Dan, tidak semua ponsel Android
yang baru rilis menggunakan
Android versi terbaru. Ponsel
Android harga miring umumnya
masih menjalankan Android versi di
bawah 2.2 Froyo. Itu karena
hardware yang dipakai untuk
mendukung Android versi 2.1 atau
sebelumnya masih di bawah yang
dipakai untuk Android 2.3,
misalnya. Dan hal itu pastinya
berpengaruh fitur yang dibawa,
yang kemudian mempengaruhi
tinggi/rendah harga. Semakin baru
versi Android, semakin mahal
harganya.
5. Fragmentasi dan Aplikasi
Fragmentasi atau pembagian
Platform menyebabkan sejumlah
aplikasi hanya bisa dijalankan pada
ponsel tertentu. Sebagai contoh,
aplikasi Twitter untuk Android
hanya bisa dijalankan di ponsel
Android minimal versi 2.1. Hal itu
berarti ponsel dengan Android 1.6
tidak bisa menjalankan aplikasi
Twitter.
Kemudian tentang resolusi screen.
Sejumlah aplikasi tidak bisa
dijalankan di ponsel dengan resolusi
lebih tinggi. Contoh, ada ponsel
Android dengan screen HVGA (480 x
320 pixel) tapi ada pula Sony
Ericsson XPERIA X10 Mini/Mini Pro
dengan resolusi screen lebih rendah
QVGA (320 x 240). Ponsel high-end
seperti Nexus One yang support
resolusi lebih tinggi (800 x 480).
Dan, Andapun bisa menemukan
yang lebih tinggi lagi, yakni pada
tablet Android Honeycomb seperti
Motorola Xoom dengan resolusi
1280x 800 pixels.
6. Prosesor dengan speed lebih tinggi
tidak selalu menghasilkan ‘smoother
Android operation’
Anda bisa mencoba Sony Ericsson
XPERIA X10 dengan prosesor 1GHz
(Android 1.6). Kemudian beralihlah
ke Milestone dengan prosesor
600MHz (Android 2.1.). Jika Anda
setuju, maka Milestone terasa lebih
cekatan dan cepat dalam
melaksanakan perintah. Itulah
kenapa prosesor dengan speed lebih
tinggi tidak selalu menghasilkan
performa yang lebih cepat. Selainitu
faktor RAM juga akan
mempengaruhi kualitas tampilan
grafis.
7. Tidak semua aplikasi bisa didapat
gratis
Bagi Anda yang tengah berpikir
untuk beralih dari ponsel standar ke
smartphone Android, perlu diketahui
bahwa aplikasi yang ada di Android
tidak gratis. Setidaknya, tidak
semua. Aplikasi bawaan seperti
Twitter dan Facebook pastinya bisa
didapat gratis. Tapi jika Anda sangat
membutuhkan aplikasi untuk
penerjemah, misalnya, maka Anda
bisa membelinya di Android Market.
Android Market menyediakan
berbagai aplikasi yang Anda
perlukan. Tinggal pintar-pintar
memilih mana yang gratisan, mana
yang bagus dan terpercaya, atau
mana yang dijual dengan harga
rendah.
Ok, semoga tujuh hal dasar tentang
Android ini bisa membantu Anda
memahami Android, sebelum benar-
benar beralih menggunakan
smartphone Android.

Tidak ada komentar: